0703
Kereta api Fajar Semarang dari stasiun Senen Jakarta,pukul 07.15 membawaku menuju kota yang sudah lama aku rindukan, Semarang. Sabtu 07 Maret 2009 akhirnya ada waktu juga aku mewujudkan angan-angku untuk ke kota Amsterdam van Java itu, sekaligus aku pengen menemui seseorang yang selama ini selalu memanggilku Ayah. 9 jam perjalanan dengan kereta bisnis yang panas dan sesak--libur 3 hari biasanya perantau asal Jawa Tengah di Jakarta pada pulang kampung--jadi suasana dalam kereta pasti penuh, seperti lebaran saja. Wajahnya dalam foto yang manis membayangiku untuk segera bertemu dengannya, apalagi dalam setiap SMSnya dia begitu merindukan pelukan "seorang ayah".
Pukul 15.15 kereta tiba di Stasiun Tawang. Dia masih dalam perjalanan menuju ke stasiun setelah mengikuti kegiatan di sekolahnya. 10 menit berlalu dari saat aku menunggu, sosok lelaki kecil, dengan pakaian "kebesarannya" seragam sekolah dibalut jaket hitam yang jadi favoritnya muncul dari pintu masuk dan langsung menebarkan senyumnya padaku. "Ahh....ini dia seorang anak SMA (SMK) yang selama ini menganggapku sebagai ayah," gumamku dalam hati sembari menjawab senyumannya dari jauh. "hai.." sapaku singkat ketika dia sudah berdiri di depanku sambil menjulurkan telapak tangku untuk bersalaman dengannya.Dia hanya tersenyum, dari sikapnya tampak sekali dia grogi dan salah tingkah, sepertinya ingin mengatakan sesuatu tapi tak sepatah katapun keluar dari mulutnya."Deg--degan nih," jawabnya singkat.Untuk mencairkan suasana, aku ajak dia makan, kebetulan emang aku juga belum makan dari pagi, di warung sebelah stasiun dan akhirnya sambil makan bisa ngobrol dengan agak santai. "Kamu dah sholat?" tanyaku usai makan. aku tahu dia rajin sholat, apalagi anak dari Kota Wali pastilah. Usai makan kami menuju masjid stasiun untuk Sholat Ashar. Setelah itu melihat-lihat suasana sekitar dan tertuju pada sebuah kolam di depan Stasiun Tawang untuk ambil gambar. Dari stasiun kemudian perjalanan dilanjutkan ke Pasar Johar, rencana mo cari penginapan di sana--tepatnya daerah Kauman (dari saran temen)--tapi ternyata seperti masuk di kawasan slum dan tak sesuai untuk istirahat yang butuh suasana tenang n nyaman, coz disitu berisik, berjejalan, sumpek, pokoknya ga enak buat menyepi. Akhirnya setelah pertimbangan sana-sini kami putuskan untuk nyari penginapan di daerah atas (maksudnya di Semarang bagian atas) dan dapatlah hotel SI yang suasananya tenang, adem, sepi tapi tak jauh dari supermarket sehingga mudah untuk berbelanja sesuatu kebutuhan. Letak hotel itu juga tidak jauh dari pertigaan ke arah dari dan ke Jogja/Solo. (cerita ini masih akan berlanjut di posting berikutnya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar