kalau mengingat masa-masa dulu agak "geli" juga, hampir setiap malam aku dan dia bercakap lewat telepon. Ya, awalnya aku yang minta agar tiap malam (setelah dia pulang kerja) untuk menelponku. Karena aku pikir kalau pada malam hari suasana untuk "ngomong" lebih hangat dan "mesra", hehehehe.
Yang pasti aku senang sekali saat ditelpon sama dia, ayahku. Siapa sich yang tidak senang ketika dekat sama orang yang disayangi, walau hanya lewat telpon, hiks2....
tapi betapa nasibnya aku, ketika pada suatu malam (saat asyk telpon sama dia) bapaku tiba-tiba memanggilku dengan suara yang agak keras sambil bilang padaku "....telpon wengi-wengi, po ora ono dino meneh, mandhek po ora! opo tak banting hp ne!!!!!" hufft.....(sebel nich)
ya, semenjak itu aku jarang calling ma dia khususnya di tengah malam, bahkan sekarang malah tidak pernah. Tapi tidak apa-apa lah, ya walaupun aku sedikit sedih tapi itu juga demi kebaikan kita bersama, apa lagi buat dia. Karena aku juga nyadar kalau pada saat tengah malam dia capek banget (habis pulang dari kantornya).
yach, tapi sebenarnya aku kangen dengan saat-saat telpon tengah malam dengan segala kemesraannya.
Aku sayang kamu ayahku.
Sabtu, 06 Juni 2009
Langganan:
Postingan (Atom)